Tempat berbagi ilmu, informasi dan hiburan...

APA ITU TUHAN by Pemikir Merdeka Teismeateismenobukti (facebooker)

Tidak ada komentar

Para ahli peneliti spesialis di bidang studi inskripsi, filologi atau teks teks kuno semua kitab agama langit Semitik ternyata telah menemukan nama nama para sesembahan Abraham Ibrahim dan lokasi geografisnya berdasarkan topograpis sesuai teks teks kuno kitab suci tersebut sebagai nama nama para dewa berhala tuhan lokal atau tuhan palsu suku Semitik dan tempat tempat pemujaannya yang eksistensinya terreprensentasi melalui batu batu alamiah seperti batu tugu beth El di dalam kitab Taurat Kejadian 28: 18-22, dan lain lain sejenisnya sebagai tempat suci pagan, penyembahan berhala (Karen Armstrong dalam Sejarah Tuhan halaman 44, 560), batu hitam hajar aswad di Ka’bah Mekah dan semacamnya di dalam kuil kuil di Thaif, Nakhlah, Qudaid, Asir, Kanaan dan wilayah sekitarnya yang terbukti telah ada sejak ratusan atau ribuan tahun pada jaman kuno sebelum cerita tentang Abraham Ibrahim di bukukan pada abad 8 SM oleh para pengarang Taurat, dan pada abad 7M oleh Muhammad dkk pengarang Quran (Karen Armstrong dalam Sejarah Tuhan halaman 205. Prof. Dr. Kamal Salibi dalam The Bible came From Arabia halaman 8, 152) bahwa:

• El, Elloh, Ellohim adalah dewa berhala tuhan tuhan palsu sesembahan suku kanaan Yang diadopsi Abraham Ibrahim sebagai sesembahannya, juga menjadi sesembahan di Arabia Barat (Karen Armstrong Sejarah Tuhan hal 36, 41, 512. Prof Dr Kamal Salibi Phd dibidang bahasa bahasa semit, sejarah Islam dan purbakala di universitas Amerika Beirut juga penganut Kristen Maronit Libanon dalam bukunya The Bible Came From Arabia, terjemahan Indonesianya Mencari Asal Usul Kitab Suci halaman 8, 152, 153. Dr. Anwar Tjen Mth Phd dibidang bahasa dan tafsir kitab suci Taurat agama Yudaisme Yahudi dan kitab suci Injil Kristen serta konsultan penerjemah Lembaga Alkitab Indonesia dalam Reformata edisi 49).

• Yahwe adalah dewa berhala tuhan palsu sesembahannya suku Midian (sekarang Yordania) tempat pelarian Musa dekat Mesir yang diadopsi Musa. Yahwe juga merupakan dewa berhala, tuhan palsu sesembahan di Arabia Barat dekat Mekah, Yahwe juga di kenal sebagai Yahwe Sabaoth artinya dewa pasukan perang juga dewa gunung berapi, juga di temukan tuhan palsu lainnya selain Yahwe dalam Taurat Kejadian 22: 1, 3, 9 sebagai Ha Ellohim atau politeis yang di transformasikan menjadi Ellohim atau monoteis di Kejadian 22: 8. (Prof. Dr. Kamal Salibi Mencari Asal Usul Kitab Suci Halaman 8, 153, 154, 155, Karen Armstrong dan teori Midiante dalam Sejarah Tuhan halaman 49, 50, 519, kamus filsafat Loren Bagus hal 1187, 39). Yahwe juga tidak hanya sebagai nama dewa berhala tuhan palsu, tetapi juga di temukan sebagai nama pegunungan dan nama nama pedesaan di Arabia Barat (Prof. Dr. Kamal Salibi dalam The Bibel Came From Arabia atau Mencari Asal Usul Kitab Suci oleh Dono Indarto dari penerbit Litera antar Nusa halaman 153).

• El, Elloh, Ellohim, El Shalom, El Shaddai, El Elyon atau HaEllohim dan lainnya juga Yahwe adalah para dewa berhala, tuhan tuhan palsu gunung di Asir kuno yang sekarang menjadi sebuah propinsi di kerajaan Arab Saudi yang ibu kotanya merupakan sebuah kota dataran tinggi bernama Abha pada koordinat 180 15” Lintang Utara, 42° 30” Bujur Timur (Prof. Dr. Kamal Salibi dalam The Bible Came From Arabia atau Mencari Asal Usul Kitab Suci halaman 8, 39).

• Al, Il, Illah, Allah adalah dewa berhala tuhan lokal atau tuhan palsu di dunia panteon Arabia kuno yang terdiri dari ratusan dewa (Prof, Dr. Kamal Salibi dalam The Bible Came From Arabia atau Mencari Asal Usul Kitab Suci halaman 152, 153. Karen Armstrong dalam Sejarah Tuhan halaman 190. Wikipedia 360 berhala). Qs Shaad: 5 menceritakan kemarahan para pemimpin suku Quraisy terhadap upaya Muhammad mensterilkan Allah dari politeis menjadi monoteis dengan melenyapkan ratusan tuhan palsu lainnya dari Ka’bah yang sebelumnya di puja sembah oleh Muhammad saat masih dalam asuhan Aminah ibunya, Abdul Muthalib kakeknya dan Abu Thalib pamannya. Al Uzza, Al Latta, Al Manat yang di anggap sebagai “banat Allah” atau putri putri Allah dalam Qs an Najm: 19-21 adalah merupakan indikasi jejak bahwa Allah telah dipuja sejak ratusan atau ribuan tahun sebagai dewa berhala tertinggi tuhan lokal atau tuhan palsu dalam keyakinan suku Arab kuno sebelum Muhammad menampilkan ide agama Islamnya. Nama Abdal, Abdallah, Abdil, Abdilllah, Abdul, Abdullah atau hamba allah, illah, ullah dan sejenisnya yang telah ada sejak lama ribuan tahun sebelum Muhammad dan agama Islamnya tampil, bahkan nama bapanya Muhammad juga Abdullah, telah menginformasikan jejak yang sama tentang Allah sebagai dewa berhala tuhan lokal tuhan palsu dalam keyakinan suku suku Arab kuno. Gunawan Mohammad mantan pemimpin redaksi majalah Tempo dalam bukunya “Setelah Revolusi Tidak Ada Lagi” mengutip tulisan cendikiawan muslim pendiri universitas Paramadina Nurcholis Madjid yang biasa di sapa dengan sapaan khas Madura “Cak Nur” dalam bukunya “Pintu Pintu Menuju Tuhan” yang berbunyi “Jangan artikan La ilaha illa Allah menjadi tiada Tuhan selain Allah, tetapi tiada Tuhan selain Tuhan. Menerjemahkan La ilaha illa Allah menjadi “tiada Tuhan selain Allah”, benar, namun terjemahan tersebut mengesankan bahwa ada Tuhan selain Allah atau bahwa Allah hanyalah salah satu dari sejumlah tuhan (politeis)”. Demikian ulasan Gunawan Mohamad di dalam bukunya Setelah Revolusi Tidak Ada Lagi, halaman 106, 107. Jika tidak salah ingat dalam majalah Tempo pertengahan dasawarsa 1990 Nurcholis Madjid pernah berargumen tentang terjemahannya tersebut, bahwa; Allah adalah Dewa air suku Arab kuno.

Hasil penelitian para ahli tersebut di atas telah menjadi fakta yang tidak terbantahkan bahwa; persis sama dengan semua tuhan palsu sesembahan dalam mitos agama lokal apapun yang tidak pernah ada sebelum suku suku lokal membuat mitosnya masing masing, maka, dari sejak pada mulanya yang masih berupa dongeng lisan, Yahwe Ellohim Yesus Allah dalam Taurat Injil Quran dari Yahudi dan Arab Saudi, adalah para tuhan palsu yang tidak punya kehendak bisu buta tuli impoten tidak punya kemampuan apapun untuk mengenalkan diri sendiri kepada semua manusia di dalam dan di luar wilayah suku Semit Yahudi Arab Saudi.

Lalu pada abad 8 SM-abad 5 SM saat Taurat Yahudi dibuat (Kamal Salibi The Bible came From Arabia atau Mencari Asal Usul Kitab Suci halaman 8. Karen Armstrong Sejarah Tuhan halaman 31, 33) Yahwe Ellohim di sterilkan dari konsep politeis panteon pagan menjadi monoteis kemudian diperalat dan diberdayakan dengan personafikasi kata maha, pencipta, berkuasa, berkehendak dan pragmatisme pamrih untung rugi berpihak pilih kasih dari watak narsis rasis fasis dan psikopatnya manusia Yahudi, hanya ada di sebatas dongeng tulisan dalam bentuk Taurat.

Pada jaman Taurat ini dibuat, Allah tuhan palsu Arab Saudi tidak di kenal pengarang Taurat. Allah hanya masih di sebatas dongeng lisan dalam keyakinan suku Quraisy, Muhammad belum lahir, Quran dan agama Islam belum ada di Arab Saudi. Sebelum dan pada saat jaman itu, semua manusia termasuk kakek moyang manusia Indonesia, Nusantara dan suku manusia apapun di luar wilayah suku Semit Kanaan, Yahudi, Arab Saudi, tidak tau tentang apa siapa itu Yahwe Elohim dan Allah.

Pada tahun 50-tahun 100 abad 1 M dongeng transendensi Yahwe Ellohim dalam Taurat dijadikan imanensi total dalam bentuk manusia Yesus hanya di sebatas dongeng tulisan dalam bentuk Injil, dengan pragmatisme pamrih untung rugi berpihak pilih kasih dari watak narsis rasis fasis psikopatnya para manusia Yahudi yang murtad dari agama Yudaismenya tetapi masih tetap percaya pada Yahwe Ellohim dalam Tauratnya.

Di Matius 2: 13, pragmatisme kapitalis Yahudi pengarang Injil mendongengkan Yahwe Ellohim Allah mampu selamatkan bayi Yesus ke Mesir karena akan dijadikan Tuhan juru selamat Yahudi (Kisah Para Rasul 2: 36), tetapi, karena tidak mampu selamatkan, maka Yahwe Ellohim tidak perduli pada semua anak lelaki Yahudi sesama Yesus usia 2 tahun ke bawah hingga bayi bayi lelaki baru lahir dari rahim para ibu Yahudi, yang di bunuhmatikan oleh Herodes raja Yahudi itu sendiri saat mencari Yesus untuk dibunuhnya (matius 2: 16). Karena Herodes takut tahta raja Yahudinya akan dirampas Yesus, saat dengar ramalan dari para ahli Majusi (peramal bintang) dari Timur bahwa Yesus adalah raja Yahudi (Matius 2: 1-3).

Di Keluaran 1 dan seterusnya; pragmatisme kapitalis Yahudi pengarang Taurat mendongengkan Yahwe Ellohim mampu selamatkan bayi Musa dari pembantain Firaun, tetapi karena tidak mampu selamatkan, maka Yahwe Ellohim didongengkan tidak perduli dengan bayi bayi Yahudi sesama Musa yang dibantaimatikan oleh Firaun, saat Firaun memertontonkan watak narsis rasis fasis dan imperialisme teokrasi psikopatnya sebagai jelmaan Tuhan agama lokal Mesir.

Pada peristiwa paskah korban tumbal penebus dosa dan keselamatan model Tuhan pagan Yahudi, Yahwe Ellohim Allah memertontonkan kekejaman sadistic watak narsis rasis fasis dan imperialisme teokrasi psikopatnya dengan membantaimatikan tidak hanya seluruh anak sulung ternak rakyat Mesir, tetapi juga membantaimatikan seluruh anak sulung rakyat Mesir dari yang dewasa hingga bayi bayi sulung baru lahir dari rahim para ibu Mesir.

Jadi, Yesus dan ajaran kasihnya, adalah jelmaan ruh Yahwe Ellohim Allah sebagai personafikasi kekejaman sadistik watak narsis rasis fasis dan imperialisme teokrasi psikopat para patriark Yahudi di jaman perjanjian lama yang ditobatkan oleh para manusia Yahudi pengarang Injil dengan iklan perjanjian barunya dalam sosok Yesus sebagai penggenapan Taurat= ajaran kasih Yahudinya.

Melalui tokoh Yesus, pengarang Injil agak realistis melihat kekejaman sadistik para bapak patriarkhnya di jaman perjanjian lama, dalam konteks pertarungan watak narsis rasis fasis dan imperialisme teokrasi psikopat antar suku bangsa dan kerajaan di sekelilingnya. Tetapi, tetap tidak bisa membebaskan kasih Yesus dari watak asli Yahudinya; Narsis rasis fasis dalam upaya menjadikan semua bangsa murid Yesus Tuhan lokal buatan manusia Yahudi pengarang Injil (Kisah Para Rasul 2: 36. Matius 28: 19), untuk menegakkan imperialisme teokrasi psikopat Yahudinya (Yohanes 12: 13, 15. Yohanes 18: 33-38), siapa yang tidak percaya dan tidak dibaptis dicampakkan keneraka Yahudi (Markus 16: 16. Matius 22:1-14).

Itulah asal usul kejadian tentang siapa dan apa esensi Yesus yang berasal dari ruh Yahwe Ellohim Allah para berhala sesembahan suku suku Semitik yang didongengkan jadi Tuhan juru selamat agama Kristen dari ras suku Yahudi. Diamini, diimani, dipuja sembah oleh manusia polos, bodoh, lugu, pintar, cerdas, sarjana, jenius, professor doctor di bidang ilmu apapun, sama dengan mengamini, mengimani, memuja dan menyembah Yahwe Ellohim Allah para berhala lokal Kanaan, Midian (sekarang Yordania), Asir dan Mekah Arab Saudi.

Sama seperti pragmatisme kapitalis, maka, dengan ide wahyu ruh gaib dan metafora ketuhanan lokal Yahudinya; pengarang Injil tidak segan memperalat watak polos anak balita di Markus 10: 14, agar manusia lainnya terjerat sujud menyembah takluk di dalam imperialisme teokrasi psikopatnya.

Pragmatisme kapitalis pengarang Injil ini, dipertegas dengan ajaran Yesus agar para muridnya berakal cerdik seperti ular, tulus seperti merpati, saat Yahwe Ellohim dalam bentuk Yesus mengutus para muridnya untuk menyebar-beritakan tentang Yesus sebagai jelmaan ruh Yahwe Ellohim yang penuh cinta kasih di Matius 10: 16.

Kejadian pasal 3, ular itu iblis, setan si tokoh jahat pemberontak penyesat yang ternyata adalah malaikat bernama Lucifer, menjadi Hantu bagi Tuhan Yahwe Ellohim Yesus Allah selama dongengnya sampai pada kitab Wahyu 20: 1-3, ular naga adalah iblis setan yang menjadi Hantunya di hukum selama seribu tahun.

Oleh Sebab itu, di Matius 23: 33 ular binatang iblis jahat sebagai beludak, digunakan Yahwe Ellohim dalam rupa Yesus untuk memaki para ahli Taurat dan orang Farisi yang dianggap munafik, karena tidak percaya pada pengakuan Yesus sebagai ruh Yahwe Ellohim.

Tetapi pada Amsal 30: 19 nampak ada kebingungan melihat jalan ular di atas cadas karena tidak bisa di mengerti.

Pada jaman penulisan Injil ini Yahwe Ellohim dalam dongeng Taurat sudah tersebar keluar wilayah Yahudi. Allah dengan al Uzza, al Lata, al manat 3 anak perempuannya dan 360 dewa berhalanya masih tetap berupa dongeng lisan dalam keyakinan suku Quraisy, Muhammad belum lahir, Quran dan agama Islam belum ada di Arab Saudi.

Setelah para manusia Yahudi menyebarluaskan dongeng Taurat Injilnya keluar dari Yahudi hingga pada abad 3-5 M sampai di jazirah Arab termasuk Madinah Mekah (Karen Armstrong Sejarah Tuhan halaman 191. Wikipedia), maka;

Pada tahun 570 abad 6 M Muhammad lahir di Mekah setelah Abdullah bin Abdul Muthalib bapanya wafat saat Muhammad masih di kandungan. Allah masih tetap dewa berhala dengan 3 putrinya al Lata, al Uzza, al Manat dan 360 berhala suku Quraisy yang menjadi sesembahan bapa ibu kakek nenek moyangnya Muhammad. Pada saat umur 6 tahun, ibunya Aminah binti Wahab wafat di perjalanan setelah ziarah dari makam bapanya di Madinah, lalu Muhammad di asuh oleh Abdul Mutalib, kakeknya. Setelah kakeknya meninggal, di asuh oleh Abu Talib pamannya (Wikipedia).

Kisah ini mengindikasikan bahwa, dari sejak lahir hingga remaja, Muhammad di besarkan terdidik dalam lingkungan tradisi agama suku Quraisy kakek moyangnya, sebagai pemuja, penyembah Allah berhala Arab Saudi dengan 3 putrinya bernama al Uzza, al Lata, al Manaf dan 360 dewa berhalanya.

Dongeng tentang apa siapa itu Yahwe Ellohim Yesus di dalam Taurat Injil Yahudi yang didapat dari orang orang Arab Saudi beragama Yahudi dan Kristen di Mekah, semakin bertambah jelas di ketahui Muhammad setelah pada usia 25 tahun kawin dengan Khadijah janda Nasrani (Kristen) kaya raya majikannya sendiri yang berusia 40 tahun, sepupunya Waraqah bin Naufal ahli Taurat Injil yang beragama Nasrani (Mukadimah Quran Departemen Agama RI edisi1. Wikipedia).

Karena pada saat perkawinannya dengan Khadijah di usia 25 tahun tersebut Muhammad diceritakan belum dapat wahyu, belum mengaku nabi, Quran, agama Islam dan 2 kalimat syahadatnya tidak ada, belum di buat Muhammad, maka; Kisah perkawinan Muhammad ini bisa menjadi indikasi bahwa, Muhammad menikah dengan syahadat Kristen, bukan dengan syahadat Islam. Apalagi, pada saat pernikahannya tersebut, Allah belum di sterilkan dari konsep politeis.

Dongeng mujizat dan wahyu psikotik pengarang Taurat Injil Yahudi semakin merasuki Muhammad, sehingga ia terinspirasi dan terobsesi untuk mendapat wahyu yang sama seperti yang diterima nabi nabi dalam Taurat dan Injil Yahudi, khususnya Muhammad ingin seperti Musa yang tidak pandai bicara, terima wahyu pada saat usia 40 tahun.

Obsesi Muhammad untuk mendapat wahyu, dilakukan dengan sering bertapa di goa Hira (sekarang Jabal an Nur), maka, ketika usianya sudah 40 tahun sama seperti usia Musa saat ngaku terima wahyu Yahwe di Midian (sekarang Yordania); Muhammad diceritakan mengaku terima wahyu, bahwa, pada malam ke 17 Ramadan, dengan tubuh menggigil panas dingin seperti terserang demam dan penuh rasa takut Muhammad pulang menemui Khadijah isterinya, minta di selimuti, bertanya pada Khadijah apakah dia telah menjadi majnun (Sejarah tuhan halaman 193-195 Karen Armstrong juga mengomentarinya sebagai trance). Muhammad mengaku terima wahyu Allah yang pertama lewat malaikat Jibrail, Jibril (sesuai dengan nama Gabriel di Injil yang diimaninya dalam Qs alAnkabut: 46) yaitu surat al Alaq tentang Muhammad tidak bisa baca (mirip pengakuan Musa, tidak pandai bicara) dan asal usul kejadian manusia di ciptakan dari segumpal darah, bukan dari fertilisasi pertemuan satu sel sperma dan sel ovum, bukan dari tanah. Muhammad langsung bisa baca setelah 3 kali didekap Jibril. Tetapi wahyu Quran diterima Muhammad secara acak dari Allah (Karen Armstrong Sejarah Tuhan halaman 196, Mukadimah Quran Departemen Agama RI edisi 1), bukan dari Yahwe Ellohim yang penciptaan langit bumi seisinya secara urut tersusun rapih seperti yang diterima Musa.

Ketika di bawa Khadijah pada Waraqah bin Naufal sepupunya, maka Muhammad mendapat pembenaran dan pengakuan sebagai nabi dari Waraqah yang di ceritakan sebagai orang Arab beragama Nasrani, ahli tentang nubuat atau ramalan para nabi di Taurat Injil (Karen Armstrong dalam Sejarah Tuhan halaman 193-196, Wikipedia). Tetapi anehnya, Waraqah tetap tidak mau mengimani agama Islam dan Qurannya Muhammad. Hingga matinya Waraqah tetap setia beragama Nasrani mengimani Taurat Injil Yahudi yang dituduh palsu oleh Muhammad dkk.

Pada tahun 610-632 abad 7 M walau mendapat perlawanan dan di anggap ateis (Sejarah Tuhan Karen Armstrong halaman 196-202) oleh kaum Quraisy saudara sesukunya, karena menghina agama Quraisy kakek moyangnya sendiri sebagai pemuja penyembah Allah dengan 3 anak perempuannya al Lata, al Uzza, al Manat dan 360 berhalanya, sehingga Muhammad hampir mati di bunuh kalau tidak kabur ke Madinah pada tahun 622 (Sejarah Tuhan Karen Armstrong halaman 212. Wikipedia), tetapi, Muhammad tetap berupaya mensterilkan Allah berhala suku Arab Saudinya dari konsep politeis panteon pagan menjadi monoteis, tauhid di Qs Shaad: 5, lalu di peralat dan di berdayakan dengan personafikasi kata maha, pencipta, sempurna, berkuasa, berkehendak dan sifat pragmatisme Muhammad lainnya hanya di sebatas dongeng tulisan dalam bentuk Quran dengan mengadopsi konsep dongeng Taurat Injil Yahudi yang nampaknya sangat di sukai dan di imani Muhammad sesuai dengan rukun iman agama Islamnya di QsalAnkabut: 46 yaitu,

Tentang penciptaan langit bumi selama 6 hari, tanah di bentuk seperti manusia di tiup kunfayakun simsalabim langsung jadi manusia bernama Adam.

Tentang domba kurban tumbal kedoyanan aneh Yahwe Ellohim yang tidak berbeda dengan kedoyanan para tuhan palsu lainnya di dalam dan di luar suku suku Semit Timur Tengah.

Tentang dongeng air bah Nuh. Tentang para homoseks dan pembakaran kota Sodom Gomorah.

Tentang Yahwe Ellohim yang tidak perduli terhadap pragmatisme Abraham si bapa raja tega yang tanpa rasa, rela mengorbantumbalkan anaknya sendiri untuk Yahwe Ellohim Tuhan lokal suku Yahudi.

Tentang Yahwe Ellohim mampu selamatkan bayi Musa untuk di jadikan pemimpin pembebasan Israel, tetapi tidak mampu selamatkan bayi bayi Israel sesama Musa yang baru lahir dari rahim para ibu Israel saat di bantai bunuhmatikan oleh kekejaman narsis rasis fasis psikopatnya Firaun.

Tentang Yahwe Ellohim pada peristiwa Paskah dengan tersenyum memertontonkan watak narsis rasis fasis dan imperialisme teokrasi psikopatnya yang sama dengan Firaun, mampu membantai matikan semua anak sulung rakyat Mesir dewasa hingga bayi sulung baru lahir dari rahim para ibu Mesir dan seluruh anak sulung ternak rakyat Mesir yang tidak pernah tau, tidak mengerti permusuhan Yahwe Ellohim dengan Firaun.

Juga tentang dongeng ruh Yahwe Ellohim di jadikan manusia Yesus, lalu bayi Yesus mampu diselamatkan ke mesir, tetapi seluruh anak lelaki Yahudi sesama Yesus usia 2 tahun ke bawah di dalam pelukkan cinta kasih sayang para ibu Yahudi tidak mampu diselamatkan Yahwe Ellohim dari pembantaian Herodes, raja Yahudi itu sendiri yang takut tahta kerajaan Yahudinya dirampas Yesus. Tentang Yesus dikhianati Yudas, tetapi menurut wahyu Allah Muhammad; Yesus diselamatkan ke surganya Allah Muhammad yang di penuhi bidadari cantik selalu perawan. Dan Yudas mati di atas kayu salib menggantikan Yesus.

Tetapi, ketika Muhammad masuk ke Madinah bertemu langsung dan berdialog dengan para manusia Yahudi beragama Yudaisme Kristen ahli Taurat Injil, maka; pengakuan Muhammad menerima wahyu dari Allah sesembahan lokal suku Arab Saudi, telah di tolak karena dianggap bukan wahyu dari Yahwe Ellohim, apalagi tidak ada ketidaksesuaian dengan dongeng Taurat Injil Yahudi mereka.

Maka, pada tahun 624 Muhammad merubah kiblat penyembahannya dari Bait Yahwe Ellohim di Yerusalem, ke Ka’bah baitullah suku Quraisy kakek nenek moyangnya Muhammad yang berisi 360 berhala dan batu hitam hajar aswad berbentuk vagina. Sejak itulah wahyu Allah Muhammad penuh sentimen rasis fasis psikpat terhadap bangsa Yahudi dan telah menjadi menjadi sumber konflik permanen bagi para penganut agama Yudaisme, Kristen dari Yahudi dan agama Islam dari Arab Saudi (Karen Armstrong dalam Sejarah Tuhan halaman 213-215).

Konflik tersebut menjadi semakin gelap dan tidak akan bisa berakhir, jika;

1. Wahyu palsu yang di anggap suci berisi kekerasan narsis rasis fasis dan imperialisme teokrasi psikopatnya Yahwe Ellohim Yesus Allah masih tetap ada dalam Taurat Injil Quran.

2. Naskah asli Taurat, Injil, Quran tidak ada. 

3. Wahyu Quran di terima secara acak tidak teratur oleh Muhammad. Lalu di bukukan dan di bakukan setelah 20 tahun Muhammad wafat (Karen Armstrong Sejarah Tuhan halaman 196, Mukadimah Quran Departemen Agama RI edisi 1). 

4. Naskah asli Quran yang di anggap wahyu suci itu ternyata telah di bakar oleh khalifah Utsman bin Affan tanpa seorangpun berani menghukumnya, apalagi setelah Muhammad wafat pada 632, Allah Muhammad semakin terbukti adalah berhala yang tetap bisu buta tuli impoten tidak punya kehendak, tidak punya kemampuan apapun untuk berjihad menghukum mati Utsman pada saat Utsman membakarlenyapkan naskah wahyu asli Qurannya, sehingga Quran salinannya Utsman dkk tersebut yang sudah beredar hingga sekarang, tidak bisa di buktikan keasliannya tanpa sumber aslinya yang bukan salinan (mukadimah halaman 25 Quran terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia edisi 1, Wikipedia ensiklopedia bebas). 

5. Tidak di temukan tulang belulang Adam, Nuh, Abraham Ibrahim, Musa, Yesus dan Muhammad untuk membuktikan ada atau tidak, dan benar atau tidak benarnya cerita tentang mereka.


Karen Armstrong penulis buku Sejarah Tuhan dan Masa Depan Tuhan, menulis hasil penelitian dan penemuannya bahwa; ritual Haji adalah ritual pagan atau penyembahan berhala suku Arab kuno di Mekah yang sudah ada ribuan tahun sebelum Muhammad dengan agama Islamnya lahir. Pada tahun 632 M, sebelum wafat, ritual Haji pagan atau penyembahan berhala itu di Islamisasikan oleh Muhammad sebagai rukun Islam ke lima. Wajib di laksanakan, di rasakan, di alami sebagai ibadah keimanan Islam, jika mampu (Karen Armstrong dalam Sejarah Tuhan halaman 216).

DEFINISI BERHALA
Semua benda abstrak berbentuk metafisika, transenden, berupa roh gaib absurd tidak jelas dengan nama Brahman, Yahwe Ellohim atau dzat gaib tidak jelas dengan nama Allah, logos, firman dan absurditas yang sejenis lainnya, hingga berbentuk fisika, imanen, berupa dzat padat, cair, gas atau apapun; langit, matahari, bulan, bintang, bumi, laut, gunung, hutan, pepohonan, batu batuan warna hitam, putih, merah, dan warna apapun, pusaka jimat cincin, keris, kuburan para nabi atau orang orang yang di sucikan, semua rumah ibadah berbentuk apapun; kuil dengan patung patung Brahma, Wisnu, Syiwa, vihara dengan patung Budhanya, kelenteng dengan patung dewi Kwan Imnya, gereja dengan patung Yesus, bunda Maria dan salibnya, beth El sebagai rumah El atau simbol keberadaan El sesembahan suku Yahudi, Ka’bah Baitullah=rumah Allah yang di dalamnya terdapat batu hajar aswad berbentuk vagina sebagai simbol keberadaan Allah sesembahan suku Arab Saudi, bahkan manusia Yesus yang di anggap sebagai titisan, penjelmaan atau inkarnasinya Yahwe Ellohim Allah dalam agama Kristen, dan manusia yang di anggap suci lainnya adalah BUKAN BERHALA.

Tetapi diperintahkan atau tidak diperintahkan, maka, semua benda tersebut akan menjadi berhala dan SUDAH MENJADI BERHALA bila di hadapan atau menghadap kepada salah satu benda benda tersebut di lakukan ritual upacara pemujaan secara pisik, maupun metapisik, psikologik, imajinatif berupa sujud, sembah, thawaf, berkeliling, ataupun puja puji bernyanyi, menari dan lainnya yang semakna untuk meminta berkat rahmat keselamatan dunia akhirat, rejeki, untung (buntung, rugi jangan), sehat, jauh dari penyakit apapun dan malapetaka apapun. Baik dengan alasan hanya sebagai simbolik terhadap adanya kekuatan gaib, absurd yang dijadikan sesembahan, maupun dengan alasan sebagai fokus, media atau modus dalam artian pisik maupun metapisik, psikologik, imajinatif, sesuai dengan bersayapnya bahasa metafora ilmu Tuhan Tuhan agama manusia teisme ras suku apapun.

TUHAN TUHAN AGAMA TIDAK DIKENAL, TANPA KERJA KERAS PEMBELAAN DAN PEMBENARAN PEMUJANYA
Sebagaimana tidak pernah taunya semua manusia Yahudi Arab Saudi tentang para tuhan palsu dengan mitos penciptaannya masing masing dalam agama ras suku lokal apapun dari manapun, karena tidak pernah di sebarluaskan oleh para pemujanya keluar dari wilayah lokalnya masing masing, maka, akan sama seperti itu juga, saya anda dan semua manusia di luar Yahudi Arab Saudi, tidak akan pernah tahu tentang apa siapa itu para tuhan palsu Yahwe Ellohim Yesus Allah dengan mitos penciptaan 6 harinya, jika para manusia Yahudi Arab Saudi tidak sebarluaskan dongeng Taurat Injil Qurannya keluar dari Yahudi Arab Saudi.

Akan sama seperti itu juga jika para manusia Yahudi tidak sebarluaskan dongeng Taurat Injilnya keluar dari Yahudi sehingga tidak sampai ke Madinah Mekah, maka bisa di pastikan bahwa Muhammad dan suku Arab Saudinya di Madinah Mekah tidak akan pernah tau dongeng tentang apa siapa itu tuhan palsu Yahwe Ellohim Yesus dalam Taurat Injil Yahudi, dan Muhammad pasti akan tetap memuja menyembah Allah sebagai berhala dewa tuhan palsu Arab Saudinya dengan 3 putrinya bernama Al Uzza, Al Lata, Al Manat dan 360 dewa berhalanya di Ka’bah (qs shaad 5), sehingga tidak akan ada Quran dan Islam dari Mekah Arab Saudi, tetapi hanya ada 2 agama samawi dari langit lokal Yahudi saja yang penganutnya saling tuding ateis sesat penyesat yaitu, Yudaisme dan Kristen.


Datang dan tanyakan pada semua manusia suku terasing di pedalaman rimba atau di wilayah manapun yang tidak pernah di datangi tidak pernah di kenalkan tentang Yahwe Ellohim Yesus Allah. Jika semua manusia suku terasing tersebut tidak tau apa siapa itu Yahwe Ellohim Yesus Allah Tuhan Yahudi dan Tuhan Arab Saudi, maka, itulah bukti bahwa Yahwe Ellohim Yesus Allah dalam Taurat Injil Quran adalah hanya sekadar para tuhan palsu yang tidak punya kehendak bisu buta tuli impoten tidak punya kemampuan apapun untuk mengenalkan diri sendiri kepada semua manusia di dalam dan di luar Yahudi Arab Saudi, jika tidak di bantu kerja keras para pemujanya untuk di publikasikan keluar dari Yahudi Arab Saudi, dalam bentuk pekabaran, misi, siar, dakwah, jihad atau kekerasan yang tidak memanusiakan manusia, agar di kenal manusia lainnya di luar Yahudi Arab Saudi. Bahkan di jaman yang sudah sangat canggih teknologi alat transportasi komunikasi dan informasinya seperti sekarang ini saja, Yahwe Ellohim Yesus Allah dalam dongeng tulisan Taurat Injil Quran tetap saja tidak punya kehendak bisu buta tuli tidak punya kemampuan apapun untuk mengenalkan diri mereka sendiri kepada semua manusia di dalam dan di luar Yahudi Arab Saudi. Apalagi di jaman abad 7 M Quran di buat, abad 1 M Injil di buat, hingga abad 8 SM Taurat di buat, alat komunikasi informasi dan transportasi hanyalah sebatas mulut ke mulut, sepasang pasang kaki, kuda, onta, keledai, sehingga di butuhkan waktu puluhan, ratusan dan ribuan tahun untuk menulis dan menyebarluaskannya keluar dari wilayah Yahudi Arab Saudi dan menerjemahkannya keberbagai bahasa manusia di semua wilayah yang di datangi.

Itulah bukti yang tidak terbantahkan bahwa sebelum, pada saat dan sesudah dongeng Yahwe Ellohim Yesus Allah di tulis dalam Taurat Injil Quran, Yahwe Ellohim Yesus Allah adalah hanya sekadar para tuhan palsu, hasil personafikasinya otak manusia ras suku Yahudi dan Arab Saudi yang hanya ada di sebatas dugaan dan imajinasi otak mereka dan para pemujanya saja. Tidak ada di milyaran otak manusia lain yang bukan pemujanya. Tidak ada di milyaran otak anak anak yang belum bisa dijejali ide ketuhanan. Tidak ada di milyaran otak manusia cacat, rusak, terganggu ada kelainan. Tidak ada di di milyaran otak ateisme, agnostisme, pemikir bebas. Tidak ada di balik misteri adanya alam semesta. Tidak ada di keadaan seperti apa sebelum ada segala sesuatu.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar